Gaya Pacaran Anak Jaman Sekarang


Baca Artikel Lainnya

Info Online - Tidak dipungkiri lagi kalau di zaman yang semakin modern ini banyak mitos-mitos kuno mulai ditinggalkan dan para pelaku zamannyapun mulai berpikir secara rasional. Didasari atas perkembangan globalisasi yang kian pesat maka banyak hal tabu sudah dianggap perlu untuk diketahui yang sebenarnya sangat tidak diperkenankan bahkan diharamkan ketika diketahui. Termasuk soal berhubungan pacaran yang sebenarnya tidak hanya soal menjalin hubungan untuk sama-sama menciptakan masa depan bersama. Kadangkala pacaran hanya dilakukan untuk memenuhi nafsu semata yang berujung pada perbuatan dosa dan merugikan pihak perempuan. Lalu apa jadinya bila gaya pacaran anak jaman sekarang tidak lagi menyorot pada sepasang pria dan wanita dewasa? Namun sepasang muda-mudi yang bahkan belum pantas mendefinisikan apa itu cinta.


Pacaran Anak Jaman Sekarang
Ilustrasi
Bagi sepasang kekasih remaja sekarang, pacaran dilakukan untuk memenuhi tuntutan sosial yang ada. Bukan lagi suatu rahasia, bahwa pacaran adalah suatu bentuk gengsi yang berlaku dalam pergaulan mereka. Remaja yang belum berpacaran kadangkala dicap buruk dan menyedihkan dan sering dipanggil dengan sebutan jomblo. Sedangkan remaja yang sudah berpacaran akan memiliki wibawa yang tinggi di pergaulannya. Di pikiran seorang bocah bahwa dengan pacaran mereka tidak akan kesepian dan akan memiliki teman yang baik untuk mendengarkan keluh kesah kehidupannya entah itu baik ataupun buruk. Dengan pacaran mereka bisa menirukan apa yang dirasanya manis dalam sebuah tontonan dewasa, seperti bergandengan tangan, mengelus rambut, tatap-tatapan mata, bahkan ciuman. 

Tentu hal seperti ini sangat tidak layak dilakukan oleh seorang remaja. Bagi mereka pacaran hanya sekedar main-main untuk kesenangan belaka dan lebih kepada mencari alibi untuk menjalin persahabatan. Padahal pacaran mengartikan untuk seseorang yang sudah saling dewasa saling mengenal diri tanpa mengedepankan kesenangan satu sama lain namun sama-sama mencari kebaikan dan keburukan pasangannya sebelum mantap menjalin tali suci dalam pernikahan. Pacaran seorang remaja sering berakhiran buruk. Ada yang mengandung di bawah umur karena nafsu yang sedang menggebu-gebu bagi seorang yang dalam masa pubertas, bahkan adapula yang hingga depresi hanya karena hubungannya berakhir lalu memilih bunuh diri.

Memang sangat mengenaskan melihat perkembangan generasi muda di negeri ini yang menjadi menyedihkan hanya karena pacaran. Banyak anak muda yang lebih fokus untuk menjalin hubungan kasih dengan remaja lainnya ketimbang memikirkan masa depan yang baik untuk dirinya sendiri. Mereka berpikir sok dewasa di mana mereka menganggap masa depan kekasihnya jauh lebih penting dari dirinya, padahal belum tentu mereka akan terjalin hingga menikah. Akhirnya, mereka banyak yang hilang arah, sekolah berantakan, lalu memilih berhenti. Para remaja yang sudah tahu pacaran kadangkala tidak mempedulikan pendidikan, setelah lulus SMA mereka lebih memilih kerja kemudian nikah tanpa berpikir untuk melanjutkannya ke jenjang yang memungkinkan masa depannya terjamin. Itulah pola yang terbentuk dari generasi muda yang hancur karena sudah mengenal pacaran tidak pada waktunya. Akhirnya banyak pengangguran menjamur, gadis beranak di bawah umur, manusia-manusia bodoh, yang akhirnya tidak berguna sama sekali untuk bangsanya. Hidup mereka hanya untuk kerja, makan, dan dicintai keluarga, tidak ada yang lebih, tidak ada yang besar.

Solusi?

Bagi orang dewasa memang sangat menggelitik sekaligus pilu melihat sepasang bocah menjalin kasih cinta. Betapa kasihannya masa depan mereka yang hancur hanya karena pikirannya berpusat pada hal-hal omong kosong yang tidak akan berguna untuk kehidupannya di masa depan. Belum lagi membayangi orang tua si bocah yang pasti akan sangat kecewa anaknya tidak sesuai dengan harapan ibu bapaknya. Orang tua memiliki harapan besar untuk anaknya agar bisa sukses di kehidupannya kelak serta membanggakan mereka, tapi dengan pacaran pastilah harapan mereka akan terkikis begitu saja. Itu akan menyiksa setiap orang tua bila masa depan sang anak hancur tak berarah. Belum lagi bagi Negeri ini yang akan membutuhkan pemimpin-pemimpin yang terbina dengan baik sehingga menjadi pribadi yang tepat sebagai seorang pemimpin ataupun wakil rakyat nantinya. Lalu apa jadinya bila generasi mudanya saja bermoral bobrok karena sudah pahamnya pacar-pacaran di usia yang belum cukup? 

Hal yang perlu dibangun pertama-tama adalah pembangunan mental bagi bangsa ini. Banyak remaja-remaja di bawah umur telah mengenal konten atau gaya dewasa disebabkan karena kemudahan mereka menemui itu semua. Mulai dari tontonan yang tidak pantas dalam berbagai telenovela di televisi maupun iklan-iklan yang membuat para remaja penasaran. Serta kemudahan mengakses internet menjadi bumerang sendiri bagi Negeri ini. Dengan internet setiap orang dari berbagai kalangan dapat mengakses apapun, tak terkecuali seorang bocah yang pada dasarnya memiliki naluri bertanya yang tinggi. Keingintahuan inilah yang tidak didapatnya dari orang tua kemudian membuatnya mencari sendiri melalui internet. Tanpa didampingi orang yang baik maka hal-hal negatif dengan mudahnya masuk ke otak tanpa bisa dikontrol. Pengawasan pergaulanpun sangat penting diberlakukan setiap orang tua. Pergaulan yang bebas tanpa dikontrol bisa membuat sang anak berbaur dengan lingkungan yang menerapkan gengsi yang tinggi yang kemudian menyulut pada segala aktifitas negatif, termasuk pacaran. 

Pertanyaan yang muncul adalah, yang salah siapa? Orang tua atau Pemerintah Negeri ini? Atau justru remaja itu sendiri?


0 Response to "Gaya Pacaran Anak Jaman Sekarang"

Posting Komentar

Close Otomatis Setela di Like

×