Jumat, 10 November 2017

3 Hal Penting dalam Media Online yang Bisa Menarik Minat Baca Remaja

Info Online - Budaya literasi sempat digalakkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu dalam rangka meningkatkan minat baca dan tulis remaja. Berbagai seminar, lomba menulis, sampai penyerahan ribuan buku dilakukan pemerintah untuk menyukseskan program ini. oleh karena itu, media online seperti Tribun Lampung turut berkontribusi dengan menampilkan 3 hal penting berikut untuk menarik minat baca pelajar dan mahasiswa sebagai remaja.

Media Online
Ilustrasi
1. Headline yang Clickable
Tidak berbeda dengan karya tulis fiksi, menarik tidaknya sebuah homepage (halaman pertama) dari sebuah portal atau media online bagi remaja, tentu diawali dari ketertarikan terhadap judul atau topik utama sebagai bagian dari head line sebuah berita.

Oleh karena itu, head line harus dibuat clickable atau semenarik mungkin agar remaja, baik itu pelajar maupun mahasiswa, mau membaca isi berita atau artikel sampai akhir. Setelah judul, isi berita juga dibuat dengan tidak kalah menarik. Penggunaan bahasa yang ringan dan tidak bertele-tele (lugas) lebih disukai mereka. 

2. Ketepatan Setting dan Layout
Hal atau bagian penting kedua dari sebuah media online yang menarik perhatian remaja adalah setting dan layout. Setting ini berupa tata letak kata serta penggunaan huruf besar dan kecil dalam tulisan, terutama pada judul dan paragraf pertama.

Sedangkan lay out lebih mengarah pada tata letak gambar, grafis, dan ilustrasi pendukung tulisan. Penempatan atau lay out gambar yang tepat membuat perwajahan berita menjadi daya tarik tersendiri untuk dapat menarik minat baca seseorang, tidak hanya remaja, tapi semua kalangan dari berbagai usia.

3. Iklan dan Tampilan Flash
Peran iklan tidak hanya sebagai pendukung atau sponsor sebuah portal berita online, tapi juga mempengaruhi berita dan artikel yang ditampilkan. Selain video yang menyertai berita, adanya iklan dan tampilan flash ini membuat homepage Tribun Lampung dan portal berita online lainnya tidak tampak monoton.

Sayangnya, tidak semua remaja menyukai tampilan iklan atau flash yang terlalu banyak dan mencolok sehingga mengaburkan isi berita. Bisa jadi mereka lebih tertarik pada iklan daripada berita yang ditulis. Apalagi tidak adanya pagar api (garis pemisah/pembatas yang jelas antara iklan dan berita) seperti halnya di media cetak.

Jika ketiga hal tersebut ada dalam sebuah portal media online seperti yang terdapat pada Tribun Lampung, maka dapat dikatakan media online tersebut telah berhasil membantu pemerintah dalam berkontribusi menyukseskan budaya literasi. Hal lainnya yang bisa menarik minat baca remaja adalah penerapan warna dan corak background serta kerapihan dalam penyusunan berita, seperti peletakkan breaking news (berita terbaru) di bagian teratas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar