Selasa, 17 April 2018

Mengenal Reksadana: Investasi dengan Modal Minim

Info Online - Banyak orang yang menganjurkan untuk mulai berinvestasi sejak dini dan jangan menunggu hari tua datang. Lalu bagaimana dengan modalnya? Bukannya besar?

Reksadana
Ilustrasi
Investasi memang seperti identik dengan menanam modal besar di awal. Nyatanya untuk Anda yang ingin investasi modal kecil untung besar bisa dilakukan dengan cara reksadana. Apa itu reksadana? Apakah reksadana adalah investasi yang tepat? Yuk, kenali apa itu reksadana pada ulasan berikut ini.

Reksadana. Produk keuangan ini cukup populer dari dulu. Reksadana ini merupakan kumpulan dana yang dikelola untuk membeli saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya. Kemudahannya, ada pada besaran investasi yang lebih kecil dibanding saham. Sistemnya pun sederhana. Anda hanya perlu menaruh modal yang dipercayakan pada professional untuk membeli saham. Jadi Anda tidak perlu pusing dan ragu bagaimana mengatur saham atau obligasi yang harus dibeli. Cukup tentukan reksadana yang ingin dibeli dan manajer investasi pun akan mengelola modal tersebut.

Sudah mulai ada bayangan tentang reksadana? Kini Anda perlu mengetahui bagaimana cara memulai investasi menarik ini. Berikut langkah-langkahnya

Tentukan tujuan
Sebelum membeli reksadana, tentukan tujuan Anda investasi. Apakah untuk modal anak sekolah, rumah, atau dana pensiun. Hal ini akan berhubungan dengan jangka waktu investasi dan jenis reksadana yang tepat untuk Anda.

Mengenali jenis reksadana
Setelah tahu apa tujuannya, kini saatnya untuk mengenali jenis-jenis reksadana. Ada beragam jenis reksadana, mulai dari reksadana pasar uang, pendapatan tetap, terproteksi, campuran, saham, index, syariah, dollar, dan juga penyertaan terbatas. Kini yang masih populer adalah reksadana pasar uang, dana pendapatan tetap, dana terproteksi, campuran, dan juga saham.

Tentukanlah jangka waktunya
Waktu investasi reksadana cukup beragam. Ada yang kurang dari setahun, 1-3 tahun, 3-5 tahun, dan juga lebih dari 5 tahun. Ingin jangka waktu yang kurang dari setahun, pilih reksadana pasar uang. Sedangkan untuk investasi 1-3 tahun, pilih reksadana pendapatan tetap. Lalu untuk Anda yang ingin investasi jangka panjang yaitu lebih dari 5 tahun, pilihlah reksadana saham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar