Kamis, 16 April 2020

Guru, Kerja dari Rumah dan Corona

Info Online - Untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona atau covid-19, pemerintah menganjurkan banyak hal kepada masyarakat. Salah satunya kerja dari rumah atau Work from Home (WFH). Bahkan murid sekolah pun disuruh belajar dari rumah dibawah bimbingan orang tua.

Kebijakan ini berlaku di seluruh Indonesia, tak terkecuali untuk mencegah penularan corona di Lampung yang sudah menelan korban jiwa. Lantas bagaiman seorang guru bernama Shinta Kania Ariani menyoroti WFH ditengah tuntutan untuk membimbing anak belajar? Berikut;

Kerja dari Rumah
Ilustrasi
Sebulan WFH bagaimanakah rasanya? Ketahuilah wahai emak - emak yang merasa paling menderita sealam dunya karena harus mendampingi anak-anaknya belajar, guru pun tak kalah puyengnya. Kita semua merasakan hal yang sama disini, hal baru yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

Kepada penganut homeschooling diharap melipir dulu,karena kita beda bahasan dan beda kebiasaan.

Iya, rutinitas normal sehari - hari itu yang kayak kepompong, kadang kepo kadang rempong akhirnya jadi dirindukan. Bagi guru yang terbiasa mengajar dikelas, bahan pelajaran sudah tersedia, mobilitas tinggi, berinteraksi dengan siswa itu adalah kegiatan yang sudah biasa dilakukan. 

Pun dengan siswa yang tiap hari berangkat dari rumah, membawa tas dan perlengkapannya, tak lupa bekal snack dan makan siang serta kadang mainan entah itu kartu naruto ataupun stick eskrim yang ditepuk - tepuk ketika istirahat tiba itulah kebiasaan sehari - hari.

Bayangkanlah ketika rutinitas itu berubah dalam sekejap, kita semua tentu kaget, bagaikan pejabat yang selalu kaget, jika melihat dari sudut kamera yang pas maka ini menjadi buming sodara - sodara. 

Lantas, orangtua di rumah yang makin nyaring suaranya, melengking dengan nada sopran ditambah vibra yang menggema diseantero rumah karena harus mendampingi anak belajar, mengirimkan hasil voice note, upload tugas, kirim foto dan lain sebagainya. 

Belum lagi kerjaan rumah yang tak kunjung selesai, percayalah, saya pun mengalami hal yang sama, tambahannya saya seorang guru yang mikir dengan kekuatan triple power. Gawai ini rasanya makin kucel, tiap hari tap tip tup, bahkan sampai malam masih harus menerima tugas.

Kenapa gak dijadwal aja sih? Kasih waktu sampai jam segini?! Beres kan? Itulah emak-emak sayang, dalam situasi seperti ini dibutuhkan sisi humanis yang tinggi. Ada orangtua yang tetap bekerja sebagai dokter, perawat, tenaga medis lainnya yang ekstra melayani pasien disaat begini. 

Perlu toleransi tinggi dan pemakluman hakiki kalau baru menyetorkan tugas diatas jam sepuluh malam atau bahkan baru dua hari kemudian. Guru dengan posisi WFH ini mempunyai tantangan tersendiri, lain padang lain ilalang, jadi pengen rasanya makan nasi padang. eh

Guru juga manusia, tidak makan gaji buta, karena tetap melayani siswa, dengan sepenuh hati untuk murid - murid tercinta. Jika guru ada salah dalam menyampaikan tugas online, mohonlah agar menegur dengan rendah hati, mengedepankan adab dan kesopanan, pasti akan lebih nyaman nantinya. 

Kita sama- sama belajar dengan situasi yang tidak biasa ini. Kalau dibilang lelah, tentulah kami juga lelah seperti ini, tapi tugas negara adalah hal utama yang perlu kami upayakan demi tetap terjaga kesinambungan belajar mengajar bagaimanapun kondisinya.

Kita semua berharap bahwa pandemi corona ini segera usai, dan bisa kembali beraktifitas normal seperti sedia kala. Marilah saling menguatkan kembali, jika orangtua dan siswa mulai lelah dan bosan, akan kami bangkitkan lagi semangatnya. 

Namun, jika kami sedang lelah, mohon memaklumi adanya, tak perlu ada drama korea yang memantik perselisihan dan mengoyak emosi jiwa. Cukup beri kami waktu sejenak untuk beristirahat dari gawai yang selalu muncul notif dari pagi hingga malam. Jangan pasang status gurunya slow respon, berbaik sangka lah, guru itu juga punya keluarga yang harus diurus serta. 

Mari kita berdoa bersama - sama, agar badai Corona ini segera berlalu, semoga kita semua diberikan kesehatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin.

Ditulis oleh Shinta Kania Ariani
Dipublikasikan Selasa, 14 April 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar